Tips Seputar Pernikahan

Siapa Bilang Proses Resepsi Pernikahan Adat Jawa Ribet

Saturday Nov 14, 2020
Siapa Bilang Proses Resepsi Pernikahan Adat Jawa Ribet

Banyak yang bilang menggelar resepsi pernikahan adat Jawa itu ribet. Banyak sekali rangkaian acara yang harus dilakukan. Belum lagi dengan biaya yang harus dikeluarkan. Bisa dipastikan biaya resepsi dengan menggunakan adat Jawa sangat banyak.

Memang prosesi pernikahan khas budaya Jawa itu sangat panjang. Namun, bukan berarti ribet. Dan jika dikatakan bahwa biaya menggelar resepsi pernikahan dengan adat Jawa itu mahal, sebenarnya tidak juga. Asalkan ada perencanaan yang matang, biaya resepsi dengan adat apapun tidak akan menguras biaya yang banyak.

Yang sering menjadikan acara resepsi mahal itu biaya-biaya yang tidak terduga. Makanya, yang paling penting adalah melakukan persiapan dan perencanaan. Itu harus dilakukan secara matang.

Rangkaian Proses Pernikahan Khas Adat Jawa

Karena persiapan dan perencanaan pernikahan harus matang, maka Anda perlu tahu apa saja detail upacara yang akan dilakukan. Untuk resepsi pernikahan adat Jawa, berikut rangkaian acaranya.

 

Source: Instagram/ @yohanes_soelarso_wedding

1. Upacara Pernikahan

Acara utamanya sama, yaitu acara pernikahan. Yaitu mengucapkan janji suci kedua pasangan. Untuk umat Islam, ini disebut dengan mengucapkan akad di depan penghulu, wali, dan juga saksi. Ini acara paling pokok yang juga termasuk dari bagian prosesi acara pernikahan adat Jawa.

Upacara pernikahan ini bisa dilakukan di mana saja. Bisa di masjid atau rumah mempelai wanita. Akan tetapi, agar tidak ribet, sebaiknya upacara mengucapkan janji suci ini dilakukan di tempat di mana acara resepsi dilakukan. Karena pada waktu itu, pengantin dan juga seluruh keluarga sudah menggunakan baju adat Jawa. Akan ribet sekali jika acara ijab qobul dilakukan di tempat yang tidak sama dengan acara resepsi.

 

Source: Instagram/ @egapicture

2. Upacara Panggih

Setelah acara pernikahan sudah selesai, selanjutnya adalah acara adat Jawa. Ini dinamakan dengan upaya panggih. Namanya panggih yang artinya bertemu. Karena mempelai laki-laki sudah mengucapkan ijab qobul, maka ia sudah diperbolehkan untuk menemui mempelai wanita, atau kepanggih yang artinya bertemu dengan mempelai wanita.

Saat inilah rangkaian upacara resepsi pernikahan adat Jawa dilakukan, meliputi:

- Balangan Gantal

Balangan bantal artinya saling melempar gantal. Gantal itu sirih yang sudah diikat dengan benang putih. Sirih tersebut dilempar oleh kedua mempelai. Mempelai laki-laki melempar gantal ke mempelai wanita, dan sebaliknya. Ini tanda bahwa keduanya sudah siap untuk memberikan kasih sayang dan juga kesetiaan kepada pasangan.

- Ngidak Tagan

Ada yang mengatakan ngidak tagan. Ada juga yang menggunakan istilah lain, yaitu nincak endog. Ini upacara resepsi pernikahan adat Jawa di mana mempelai laki-laki menginjak telur dibantu oleh mempelai wanita. Ini rangkaian upacara dengan tujuan atau niat agar pasangan segera mendapatkan keturunan. 

Setelah mempelai laki-laki menginjak telur, mempelai wanita membasuh kakinya. Ini tanda kasih sayang sang istri kepada sang suami.

- Sinduran

Sinduran ini prosesi di mana orang tua menarik pengantin dengan menggunakan kain sindur berwarna merah. Mereka berdua ditarik dan berjalan sebagai simbol bahwa orang tua sudah siap melepas mereka menjalani kehidupan yang baru.

- Kacar Kucur

Pernah lihat acara di mana pria mengucurkan uang beras ke mempelai istri? Inilah yang disebut dengan kacar kucur. Ini menjadi tanda bahwa sang suami siap untuk bertanggungjawab memberi nafkah sang istri.

- Dulangan

Ini adalah ritual saling menyuapi antara mempelai laki-laki dan wanita. Ini tanda mamadu kasih antar keduanya. 

- Sungkeman

Rangkaian terakhir adalah sungkeman. Ini prosesi di mana suami dan istri meminta restu dan doa ke kedua orang tua.

Itulah proses resepsi pernikahan adat Jawa. Tidak ribet, kan? Rangkaiannya memang banyak. Namun, jika Anda memahami, maka tata caranya sangat sederhana. Dan yang pasti, acara pernikahan tidak hanya sebuah ritual biasa namun penuh dengan arti. Dan setiap prosesi mengandung doa yang begitu mulia.



More Stories